Categories

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 September 2009

AYO..BANGKIT MENUJU PERUBAHAN

Perjuangan demi menegakkan keadilan dan kesejahteraan adalah cerita panjang yang tak kenal usai. Kita mungkin sering mendengar cerita tentang revolusi Cuba, perlawanan para petani terhadap pemilik modal yang di dukung oleh kaum kapitalisme, atau cerita tentang pejuang-pejuang muda Thaliban dalam melawan komunis Uni Soviet. Itu adalah sekelumit dari sekian banyak kisah-kisah yang mengharukan, kisah-kisah para kaum intelektual muda yang berjuang untuk kepentingan rakyatnya.
Sementara di Aceh, bangsa yang pernah besar dan megah pada zaman kerajaan Iskandar Muda, kini sedang mengalami pembusukan, rasanya tidak pantas untuk menyebut kata pembusukan, akan tetapi bau busuk itu sudah menyengat dan tak mampu untuk kita tutupi lagi.
Semua orang sudah melupakan sejarah dan tak mampu berbuat apa-apa, mereka semua telah menodai jasa dan darah para pahlawan yang telah ditumpahkan diatas tanah ini demi perubahan,. Semua orang telah larut dalam gelombang neo liberal, sehingga yang tampak adalah kepentingan perut, meskipun harus menyikut kiri-kanan tanpa harus memikirkan milik siapa.
Apa yang bisa dibanggakan dari orang-orang yang bersekolah hingga ke luar negeri dan professor-profesor yang sudah menghafal ribuan teori sosial, yang tak mampu berbuat apa-apa mereka lelap tertidur dalam buaian penguasa, apa yang bisa diharapkan dari aktivis-aktivis yang bersembunyi dibalik papan nama LSM dan menjual nama rakyat untuk kepentingan materil yang sesaat?
Apa yang bisa diandalkan dari seniman-seniman yang sudah kehilangan kreatifitas dan imajinasi, sehingga tak mampu lagi membedakan antara kearifan, keindahan dengan kemunafikan. Pejabat-pejabat korup yang tak pernah peka terhadap kebutuhan rakyat, mereka hanya bisa menghambur-hamburkan uang negara untuk berpesta pora di hotel-hotel mewah bersama dengan gadis simpanannya.
Atas dasar itulah kita sebagai kaum muda harus bangkit dan mampu menjadi motor penggerak untuk melawan segala bentuk kedhaliman dan penindasan yang telah mengakar ini. Dengan tekat yang kuat dan didorong oleh keihklasan dan niat yang luhur serta keberanian dan persatuan. Semua itu dapat kita lakukan dalam waktu yang relative singkat, dan hari ini kesempatan telah terbuka kepada kita untuk merubah sejarah, dan membuktikan pada semua orang bahwa kita adalah kaum muda yang mampu menciptakan sebuah perubahan, dan kita bukan hanya bisa mengenang nostalgia masa gemilang endatu terdahulu, namun kita juga bisa menjadi generasi muda yang mampu membaca tanda-tanda zaman, dan mampu mengaplikasikan menjadi sebuah kenyataan.

Senin, 04 Mei 2009

"TAFAKKUR"


Iblis Terpaksa bertamu kepada Rasulullah SAW

dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba - tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: "Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? sebab kalian akan membutuhkanku. "

Rasulullah bersabda:"Tahukah kalian siapa yang memanggil?"

Kami menjawab: "Allah dan rasulNya yang lebih tahu."

Beliau melanjutkan, "itu iblis, laknat Allah bersamanya."

Umar bin Khattab berkata: "izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah"

Nabi menahannya:"Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik."

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapa 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: "Salam untukmu Muhammad,... . salam untukmu para hadirin..."

Rasulullah SAW lalu menjawab: "Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?"

Iblis menjawab: "Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa."

"Siapa yang memaksamu?"

"Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata:
"Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin."
oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh."

Orang Yang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?"

Iblis segera menjawab: " Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci."

"Siapa selanjutnya?"

"Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT."

"lalu siapa lagi?"

"Orang Aliim dan wara' (Loyal)"

"Lalu siapa lagi?"

"Orang yang selalu bersuci."

"Siapa lagi?"

"Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain."

"apa tanda kesabarannya?"

"Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang - orang yang sabar."

"Selanjutnya apa?"

"Orang kaya yang bersyukur."

"apa tanda kesyukurannya?"

"Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya."

"Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?"

"Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam."

"Umar bin Khattab?"

"Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur."

"Usman bin Affan?"

"Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya."

"Ali bin Abi Thalib?"

"Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu." (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Jumat, 03 April 2009

Nasehat Imam Al-Ghazali

Suatu hari, Imam Al Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghazali bertanya,:


* Pertama, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI". Sebab sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

* Lalu Imam Ghazali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "MASA LALU". Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap tidak dapat kembali ke masa lalu. Apa yang kita kerjakan hari ini akan berakibat untuk masa akan datang bahkan ke akhirat kelak.

* Lalu Imam Ghazali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU" (Al A'Raf 179). Maka kita di tuntut untuk berhati-hati dengan nafsu kita, Rasulullah dalam sabdanya berkata “perang yang paling besar adalah perang melawan hawa nafsu”, sesungguhnya nafsu cendrung kepada kejahatan.

* Pertanyaan ke empat, "Apa yang paling berat di dunia ini?".Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban kalian benar, kata Iimam Ghazali, tapi yang paling berat adalah "MEMEGANG AMANAH" (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia terjebak kedalam ke hancuran diri dari ketidak mampuan memegang amanah.

* Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?".Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghazali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan SHALAT". (sembahyang).

* pertanyaan ke enam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang... Benar kata Imam Ghazali, tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA". Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya serta manusia lainnya

Selasa, 24 Maret 2009

renungkanlah

Renungkanlah…

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis?
Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu?
Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman?
Hal hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat
Ada hal hal yang tidak ingin kita lepaskan
dan ada orang orang yang tidak ingin kita tinggalkan
Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia
melainkan awal dari kehidupan yang baru

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah tersakiti
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah mencari dan telah mencoba
Karena merekalah yang bisa menghargai
Betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka
Cinta adalah ketika kamu menitikkan air mata, tetapi masih peduli terhadapnya
Cinta adalah ketika dia tidak mempedulikanmu, kamu masih menunggunya dengan setia
Cinta adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum
sambil berkata ,ku cinta dia”
Apabila cintamu tidak berhasil, bebaskanlah dirimu
Biarkanlah hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi
Ingatlah, kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
Tetapi saat cinta itu dimatikan, kamu tidak perlu mati bersamanya..
Orang yang terkuat bukanlah orang yang selalu menang dalam segala hal
Tetapi mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh
Entah bagaimana, dalam perjalanan kehidupanmu,
Kamu akan belajar tentang dirimu sendiri dan suatu saat kamu akan menyadari
Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada di dalam hidupmu
Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan pilihan kehidupan yang telah kau buat
Yang seharusnya ada di dalam hidupmu
Sahabat sejati akan mengerti ketika kamu berkata, “ Aku lupa “
Sahabat sejati akan tetap setia menunggu ketika kamu berkata, “ Tunggu sebentar “
Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu
ketika kamu berkata, “ Tinggalkan aku sendiri “
Saat kamu berkata untuk meninggalkannya,
Mungkin dia akan pergi meninggalkanmu sesaat,
Memberimu waktu untuk menenangkan dirimu sendiri,
Tetapi pada saat saat itu, hatinya tidak akan pernah meninggalkanmu
Dan sewaktu dia jauh darimu, dia akan selalu mendoakanmu dengan air mata
Lebih berbahaya mencucurkan air mata di dalam hati
daripada air mata yang keluar dari mata kita
Air mata yang keluar dari mata kita dapat dihapus,
Sementara air mata yang tersembunyi,
Akan menggoreskan luka di dalam hatimu
yang bekasnya tidak akan pernah hilang
Walaupun dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang,
Tetapi ketika cinta itu tulus…
meskipun mungkin kelihatannya kamu kalah,
Tetapi sebenarnya kamu menang karena kamu dapat berbahagia
sewaktu kamu dapat mencintai seseorang
Lebih dari kamu mencintai diri kamu sendiri…
Saat kamu berkata untuk meninggalkannya,
Mungkin dia akan pergi meninggalkanmu sesaat,
Memberimu waktu untuk menenangkan dirimu sendiri,
Tetapi pada saat saat itu, hatinya tidak akan pernah meninggalkanmu
Dan sewaktu dia jauh darimu, dia akan selalu mendoakanmu dengan air mata
Lebih berbahaya mencucurkan air mata di dalam hati
daripada air mata yang keluar dari mata kita
Air mata yang keluar dari mata kita dapat dihapus,
Sementara air mata yang tersembunyi,
Akan menggoreskan luka di dalam hatimu